Oleh: MH. Said Abdullah
Memasuki tahun 2023, seluruh rakyat Indonesia selayaknya tak henti-henti memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Kuasa, karena berhasil melewati berbagai cobaan serta mampu mengatasi dampak perkembangan ekonomi dunia yang tidak menentu di tahun 2022, seperti perang antara Rusia melawan Ukraina.
Banyak negara lain yang mengalami situasi dan kondisi ekonomi memprihatinkan akibat terdampak perang hingga mengalami kontraksi ekonomi.
Sementara Indonesia, alhamdullah justru mengalami pertumbuhan mengesankan sekitar 5,2 persen yang bahkan lebih baik dari pertumbuhan ekonomi Cina, yang hanya mencapai sekitar 4 persen.
Cukup beralasan jika Bank Dunia sempat memberikan apresiasi terhadap perkembangan mengesankan kondisi perekonomian Indonesia.
Lembaga keuangan dunia itu secara terbuka dalam satu kesempatan menyampaikan pernyataan bahwa ketika dunia sedang berada dalam situasi kegelapan dari Indonesia muncul ‘cahaya’ perkembangan ekonomi penuh harapan.
Kondisi relatif sangat baik ini selayaknya terus diupayakan dijaga dengan baik, melalui kerja keras serta perlu ada antisipasi strategis mengingat situasi dunia, pada tahun ini diperkirakan mengalami resesi sangat serius.
Saat ini misalnya, ada sekitar 28 negara yang sedang antri menjadi pasien IMF, yang menggambarkan kondisi obyektif perkembangan ekonomi dunia, yang tidak menentu serta mengarah pada resesi.
Perkembangan ekonomi dunia, yang mengarah resesi ini menjadi tantangan pertama, yang harus diwaspadai Indonesia dengan kesungguhan menjaga serta terus berupaya meningkatkan kinerja ekonomi.
Tantangan kedua, bagaimana menjaga kondisi kedamaian agar tidak terganggu berbagai aktivitas politik sebagai bagian dari proses pelaksanaan Pemilu serentak 2024.
Jika Indonesia terbukti berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022, sehingga menjadi salah satu negara di dunia, yang seperti ditegaskan Bank Dunia, menjadi cahaya harapan, selayaknya seluruh potensi bangsa Indonesia mampu menjaga kondisi kedamaian ketika berlangsung berbagai tahapan proses pemilu.
Artinya, tahun politik 2023 ini, atas dasar alasan apapun tidak boleh mencederai kondisi damai, sebagai salah satu modal utama menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Seluruh elite politik harus mengedepankan kepentingan jauh lebih besar yaitu menjaga kedamaian negeri ini dibanding sekedar ambisi politik sesaat untuk meraih kemenangan Pemilu 2024.
Merupakan kewajaran dalam berkompetisi politik bersaing antar kekuatan politik untuk meraih kepercayaan rakyat.
Namun, semangat persaingan jangan sampai menghalalkan segala cara yang dapat merusak tatanan kedamaian negeri ini, yang telah diupayakan dengan kerja keras seluruh komponen bangsa.
Marilah tahun 2023 ini, yang merupakan tahun politik, di tengah situasi dunia yang tidak menentu, seluruh komponen bangsa, para elite politik harus sungguh-sungguh menjaga agar aktivitas politik tidak merusak situasi dan kondisi kedamaian.
Semaksimal mungkin harus dihindari berbagai interaksi dan gesekan politik, yang berpotensi menimbulkan friksi-friksi yang dapat merusak persatuan dan persaudaraan rakyat.
Sekecil apapun, aktivitas politik yang memicu ketegangan mengarah konflik perlu dihindari demi kepentingan jauh lebih besar menjaga kedamaian negeri ini.
Selamat Tahun Baru 2023. Marilah menjaga kedamaian, persatuan dan persaudaran untuk Indonesia Lebih baik.