SAMPANG, koranmadura.com – Madrasah Diniyah (MD) Nahdlatul Wathan, di Dusun Seddang, Desa Pelanggaran Barat, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terpaksa melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di halamannya. Hal itu dilakukan karena gedung madrasah nyaris ambruk usai diguyur hujan deras.
Salah seorang tokoh masyarakat desa setempat, Mahur (43), mengatakan gedung berlantai dua yang nyaris ambruk tersebut ditempati dua kegiatan KBM. Untuk pagi harinya, gedung tersebut ditempati untuk Sekolah Menegah Pertama Islam (SMPI) Attadhomunul Islam dan siang harinya ditempati untuk kegiatan belajar MD Nahdlatul Wathan.
“Karena kondisi gedung mengkhawatirkan, santri atau siswa jika hendak melakukan KBM diungsikan ke pondok dan halaman Dhalem (Kediaman, red) Kiai yang jarakanya kurang lebih 100 meter dari lokasi gedung madrasah. Mereka (santri) terpaksa diungsikan karena belum ada gedung yang layak. Ya, jika hujan, mereka pindah ke pondok semuanya,” katanya, Rabu, 4 Januari 2023.
Mahur menyampaikan, dengan kondisi tersebut diharapkan pemerintah untuk segera turun tangan menyikapinya demi anak-anak didik yang hingga saat ini masih semangat untuk menuntut ilmu.
Sementara salah seorang guru MD Nahdlatul Wathan, Sulaiman menyampaikan selama kurang lebih 4 hari berturut-turut lembaganya diguyur hujan deras sehingga mengakibatkan gedung madrasah menjadi ambles.
“Gedung berlantai dua itu ada sebanyak 16 ruangan yang digunakan untuk kegiatan KBM SMPI maupun MD Nahdlatul Wathan,” ujar Sulaiman, salah seorang guru SMPI Attadhomunul Islam. (MUHLIS/DIK)