SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mengingatkan masyarakat agar waspada dan mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Pasalnya, di bulan Januari ini, data dari Dinkes P2KB Sumenep menunjukkan adanya peningkatan kasus DBP di kabupaten paling timur Pulau Madura dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
“Kasus DBD di Sumenep terjadi peningkatan. Sekarang 134. Tahun lalu masih lebih rendah kita,” kata Kepala Dinkes P2KB Sumenep Agus Mulyono, Senin, 23 Januari 2023.
Menurut dia, salah satu faktor yang membuat kasus DBD mengalami peningkatan ialah nyamuk Aedes Aegypti diberi kesempatan untuk bertelur, lalu menjadi jentik dan menjadi nyamuk.
Oleh karena itu, upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kasus DBD supaya tidak semakin meningkat, di antaranya, dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus.
3M plus dimaksud ialah menguras tempat-tempat penampungan air; menutup rapat semua tempat penampungan air; memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang); plus mencegah gigitan nyamuk.
“Kemudian upaya lain yaitu dengan pengasapan atau fogging di tempat-tempat, di mana ada yang terkonfirmasi terserang DBD,” tambah pria yang akrab disapa Agus ini. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)