SAMPANG, koranmadura.com – Penanganan sampah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus menjadi sorotan dari berbagai pihak pegiat kebencanaan dan lingkungan. Pasalnya, hingga saat ini pemetaan timbulan sampah belum dilakukan pembaharuan.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Sampang, Moh Hasan Jailani menyampaikan, pihaknya mendorong pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai leading sector dalam urusan penanganan sampah secara umum agar memiliki data sebaran atau timbulan sampah secara berkala dalam tahun ke tahun seiring pertumbuhan mobilitas dan konsumsi masyarakat. Hal itu menurutnya harus dilakukan untuk lebih mengefisiensi dalam penanganan sampah di wilayah Kabupaten Sampang.
“Jika data sebaran itu ada, dan kami yakin DLH memiliki data itu. Karena dengan data tersebut DLH akan lebih jelas, fokus dan mudah dalam melakukan pemodelan penanganan Sampah secara detail. Kami dari forum masih melihat DLH masih sebatas penanganan reguler yaitu menangani sampah sebagai upaya pelayanan kepada masyarakat. Tapi bukan mencari benang kusut dalam problematika sampah,” katanya, Rabu, 18 Januari 2023.
Oleh karena itu, Mamak sapaan karib Moh Hasan Jailani mengatakan, pihaknya saat ini ingin melakukan kolaborasi bersama-sama dalam upaya-upaya penanganan problematika sampah saat ini.
“Tetap pada prinsip pentahelix, kami juga mencoba mengolaborasikan dengan para akademisi mengenai problematika sampah ini. Karena urusan sampah, urusan menjaga lingkungan, itu urusan bersama,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya menegaskan, konsep data pemetaan sampah hendaklah harus dimiliki dan diperbaharui setiap tahunnya.
“Karena selama data itu tidak dimiliki dan terbaharui, maka jangan berharap penanganan sampah bisa taktis sesuai harapan,” terangnya. (MUHLIS/DIK)