SUMENEP, koranmadura.com – Mahasiswa tak nanya dituntut untuk dapat berprestasi dalam hal akademik, namun mahasiswa juga dapat ikut serta dalam pelestarian lingkungan masyarakat sekitar. Salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan mengadakan aksi pelestarian lingkungan.
Penanaman 3500 pohon mangrove itu berkolaborasi dengan PMM II Universitas Trunojoyo Madura pada tanggal 27 Desember 2022, bertempat di Wisata Pantai Mangrove, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Pengabdian masyarakat kelompok 2 ini beranggotakan 15 orang mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Sumriyah, S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura) dengan tema “Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Kemandirian Desa”.
Tujuan dari penanaman mangrove ini selain untuk memperindah wisata yaitu untuk membantu menjaga iklim dan cuaca yang paling nyaman untuk mencega bencana alam serta menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai dan darat.
“Acara ini sangat bagus, karena selain mengurangi abrasi juga dapat menyumbang oksigen untuk dunia yang berpusat di Kabupaten Sumenep,” ujar Hj. Dewi Khalifah, S.H., M.H., M.Pd.I. Prd. Ket. Selaku wakil Bupati Sumenep.
Sementara itu, Kepala Desa Kebundadap Timur, Ismawati, menyampaikan ungkapan terimakasih telah mengadakan kegiatan ini yang sangat bermanfaat bagi kelestarian alam khususnya di Wisata Mangrove Kedatim.
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKN 02 Universitas Trunojoyo Madura dapat membentuk relasi dengan peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka dan menambah wawasan mengenai apa saja potensi wisata yang berada di wilayah Sumenep, Madura, Jawa Timur. (JEFRI/ROS/VEM)