BANGKALAN, koranmadura.com – Banyak kelompok tani (Poktan) di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, belum menebus jatah pupuk yang disediakan pada Januari 2023. Sehingga, hal ini menyebabkan kelangkaan di kemudian hari.
Buktinya, berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) kabupaten setempat, dari jatah 2.600 ton pupuk yang disediakan di Januari, namun hanyan diserap 1.800 ton.
Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Pertanian Dispertahorbun Bangkalan, Cristian Hendry Kusuma Karyadinata menyampaikan, sebetulnya Pupuk Indonesia sudah menyediakan pupuk ada setiap bulan, agar tidak terjadi kelangkaan.
“Kalau setiap bulan sudah tersedia selama satu tahun, ketersediaan pupuk aman. Kalau masih ada yang belum ditebus dan menumpuk di bulan tertentu, itu yang menyebabkan langka,” kata dia, Kamis 23 Februari 2023.
CHK, sapaan akrab Cristian Hendry Kusuma Karyadinata menuturkan, pada januari 2023 ini sekitar 800 ton belum ditebus Poktan. Jika pupuk yang tersedia setiap bulan tak diserap sesuai jatah, diproyeksikan sisanya ditarik oleh PI.
“Kalau sudah ditarik maka tidak bisa ditebus di kemudian hari, karena setiap bulan sudah ada jatah,” ujar dia.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada Poktan, khususnya di kabupaten paling barat Pulau Madura, agar melakukan penebusan jatah pupuk sesuai jadwal yang ditentukan setiap bulan, agar tidak menumpuk di hari tertentu.
“Kalau terjadi kelangkaan nanti kami lagi yang disalahkan, makanya tebus jatah pupuk sesuai jadwal,” pungkasnya. (MAHMUD/ROS/VEM)