SUMENEP, koranmadura.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan ke Sumenep, Madura, Jawa Timur. Beberapa agenda digelar, salah satunya mengisi kuliah umum di STKIP PGRI Sumenep, tentang “Ketahanan Ekonomi dalam Perspektif Lokal, Nasional dan GLobal”. Anak ketujuh dari pasangan dosen Prof. Satmoko dan Retno Sriningsih itu menjelaskan tentang perkembangan ekonomi dunia.
Sri Mulyani menyebutkan, proyeksi pertumbuhan global melambat signifikan dan semakin lemah pada tahun 2023. Menurut eks Direktur Pelaksana World Bank, kondisi perekonomian global 2023 diprediksi tidak baik-baik saja, situasinya cukup mirip dengan apa yang terjadi selama 2022. Bahkan, ada kecenderungan ekonomi dunia tahun baru ini akan lebih melemah akibat dampak sejumlah kebijakan dan dinamika situasi global.
“Pada tahun 2022 ekonomi dunia melemah, pertumbuhannya kisaran 2,9 persen. Padahal pada tahun 2021 masih berada pada kisaran 6,2 persen,” katanya pada kuliah umum di kampus yang biasa disebut dengan Taneyan Lanjhang, Kamis, 2 Februari 2023.
Sri Mulyani menjelaskan, salah satu faktor yang membuat ekonomi dunia melemah pasca Covid-19 lantaran geopolitik menegang antara blok barat dan Rusia-RRT. Akibatnya, harga-harga naik.
“Tantangan baru pasca covid, dunia mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Harga-harga naik. Geopolotik menegang antar blok barat dengan Rusia-RRT,’ jelasnya.
Meski begitu, lanjut Sri Mulyani, tahun 2022 APBN tetap bekerja sebagai instrumen melindungi masyarakat dari berbagai guncangan yang tak terprediksi.
“Caranya, harga BBM di Eropa naik 3 kali lipat, di Indonesia 30 persen pada September. Trennya mestinya di atas 100 persen. Kalau tidak ditahan, ekonomi akan kembali babak belur. Alokasi subsidi ditambah. Dari Rp 100 sekian triliun dinaikkan menjadi Rp 555 triliun,” paparnya.
Sekadar diketahui, setelah mengisi kuliah umum di STKIP PGRI Sumenep, Menkeu akan meninjau Gedung KIHT di Kecamatan Guluk-Guluk. Setelah itu, perempuan yang pernah dinobatkan sebagai Menteri terbaik di dunia ini diagendakan mengunjungi Fathimah Elementary School di Desa Jabaan, Kecamatan Manding.
Setelah itu, beliau dijadwalkan menghadiri dialogi di Pendopo Keraton Sumenep dengan tema “APBN Hadir Membangun Madura Raya”. (SOE/ROS)