SAMPANG, koranmadura.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini mulai lirik kaum minoritas dari kalangan transgender untuk pelibatan dalam isu kebencanaan.
Ketua Forum PRB Kabupaten Sampang, Moh Hasan Jailani menyatakan, upaya pelibatan kaum minoritas dari kalangan transgender tidak lain sebagai upaya pengembangan unsur pentaheliks. Menurutnya, upaya pelibatan para transgender dalam isu kebencanaan dikatakannya sangat penting, mengingat dampak dari kondisi ekstrem saat ini seringkali terjadi di berbagai daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Sampang.
“Kami akan ajak teman-teman dari transgender untuk saling berbagi saran melalui forum diskusi ataupun ngaji bareng seputar mitigasi kebencanaan dan kemanusiaan. Maka dari itu, kami masih mencoba mencarikan waktu yang tepat untuk langkah itu. Dan yang jelas kami akan melibatkan berbagai stakeholder yang ada,” katanya, Jumat, 3 Februari 2023.
Lanjut Mamak, sapaan akrab Moh Hasan Jailani menyampaikan, kaum minoritas dari kalangam transgender dinilainya juga mempunyai prestasi, potensi dan kapasitas di berbagai sektor. Sehingga sangat memungkinkan juga untuk diikutsertakan dalam isu kebencanaan seperti dalam upaya mitigasi bencana.
“Teman-teman transgender itu juga punya rasa, punya hati, akal maupun cinta. Bahkan teman-teman itu juga punya kreatifitas, potensi dan prestasi, sama dengan kita. Makanya kami mencoba perangkulan-perangkulan strategis layaknya perangkulan terhadap teman-teman disabilitas yang sebentar lagi mereka akan memiliki Perda Disabilitas di Sampang. Dan Perda Disabilitas itu akan segera disahkan oleh DPRD samang. Maka tidak ada salahnya teman-teman transgender apabila dilibatkan dalam urusan sosial kebencanaan,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwakos) Mbak Sofa saat dikonfirmasi merespon baik terkait adanya pengajian bersama untuk kalangannya. Bahkan pihaknya tidak memungkiri jika di sejumlah wilayah ada pelibatan dalam hal kebencanaan dari kalangannya.
“FPRB dimana-mana bersama BPBD, itu mengikutsertakan teman-teman komunitas di mitigasi bencana, kalau saya sendiri sudah beberapa kali ikut pelatihan di BPBD untuk mitigasi bencana. Makanya kami juga sambut baik upaya FPRB untuk membuat pengajian bersama khusus komunitas. Kami sendiri di Surabaya juga punya pengajian, anggotanya juga banyak. Di Surabaya itu, teman kami ada yg muslim ada, yang nasrani juga ada. Jadi kami sambut baik upaya FPRB Sampang untuk berjejaring dengan komunitas,” akunya. (MUHLIS/ROS/DIK)