BANGKALAN, koranmadura.com – Kabar penculikan anak berupa video dan voice note yang menyebar luas melalui WhatsApp-Facebook dalam beberapa hari terakhir cukup meresahkan masyarakat.
Tak sedikit masyarakat mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Salah satu orang tua mengaku resah dan khawatir atas keselamatan anaknya yang ingin keluar rumah atau berangkat ke sekolah.
“Benar apa tidak video penculikan anak di Bangkalan?. Saya kalau lihat video itu jadi takut akan terjadi ke anak saya,” kata Amina, warga Tanah Merah, kepada wartawan koranmadura.com, Jumat 3 Februari 2023.
Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bangkalan langsung meluruskan kabar tersebut. Menurut Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono, video berdurasi 1 menit 3 detik dan voice note berdurasi 30 detik tersebut tidak benar alias hoaks.
“Video itu editan yang terjadi di negara India, namun di beri suara seakan-akan terjadi di Des Manoan, Kecamatan Kokop. Jika voice note jug tidak benar, karena petugas sudah menelusuri,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, lebih-lebih para orang tua agar tidak mudah percaya pada sebaran pesan tentang penculikan anak yang masih belum pasti kebenarannya.
“Tidak perlu takut atau panik. Karena tidak ada penculikan anak di Bangkalan,” kata Wiwit kembali menegaskan
Selain itu, Wiwit meminta kepada masyarakat kabupaten paling barat pulau Madura, jika ada sesuatu yang mencurigakan atau membahayakan keselamatan diri sendiri, segera lapor ke petugas kepolisian.
“Hubungi Bhabinkamtibmas terdekat, kita siap melayani msyarakat Bangkalan,” kata pria berpangkat ajun komisaris besar ini. (MAHMUD/SOE)