SUMENEP, koranmadura.com – Kasus kekerasan seksual yang terjadi di dunia pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada awal tahun ini mendapat perhatian serius Komisi IV DPRD setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Akiz Jazuli meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, membentuk tim khusus.
Tim khusus yang dimaksud politisi muda Partai Nasdem itu ialah tim yang konsen terkait perlindungan anak dan perilaku-perilaku amoral, khususnya yang terjadi di dunia pendidikan.
“Itu penting supaya wajah pendidikan kita tidak sampai tercoreng, tapi justru memberikan energi positif kepada publik,” ujarnya.
Menurut dia, pihaknya akan berkoodinasi dengan Disdik Sumenep untuk menyamakan persepsi terkait hal tersebut. Minimal untuk mendorong Disdik Sumenep agar bersinergi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) Cabang Sumenep, agar kejadian-kejadian serupa tak terulang.
“Kami menganggap persoalan kekerasan seksual di dunia pendidikan ini krusial dan tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Seperti diketahui, dalam dua bulan terakhir, sudah ada dua laporan polisi terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan.
Kasus pertama, diduga dilakukan oknum guru SD negeri di Kecamatan Kangayan terhadap 10 siswanya. Sedangkan kedua oknum guru SMA di Kecamatan Kota Sumenep dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap siswa laki-lakinya. FATHOL ALIF