PAMEKASAN, koranmadura.com – Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Slamet Supriyadi, mengatakan alokasi pupuk bersubsidi di Pamekasan berkurang.
Menurut Slamet Supriyadi, DKPP Pamekasan mengusulkan pupuk bersubsi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 28.676 ton.
Namun, alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan untuk Pamekasan sebanyak 28.365 ton.
“Tahun ini, 2023, jatah pupuk bersubsidi berkurang, tidak sesuai dengan yang diusulkan,” kata Slamet Budi Harsono, Sabtu, 11 Februari 2023.
Karena jatah pupuk bersubsidi berkurang, dia memastikan akan terjadi kelangkaan pupuk di Pamekasan.
“Kebutuhan pupuk diusulkan melalui e-RDKK, kemudian ditetapkan alokasi untuk kabupaten. Untuk Pamekasan berkurang. Itu artinya, akan terjadi kelangkaan,” terangnya. (RIDWAN/ROS/VEM)