PAMEKASAN, koranmadura.com – Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Budi Cahyono, mengatakan terdapat tujuh bencana terjadi di Pamekasan sepanjang tahun 2022.
Tujuh bencana alam tersebut, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gelombang ekstrem atau abrasi, gempa bumi dan kekeringan.
“Ada 690 kejadian bencana yang terjadi selama 2022,” kata Budi Cahyono, Jumat, 3 Maret 2023.
Budi, begitu ia disapa, merinci kejadian bencana alam tersebut, banjir di Pamekasan terjadi 26 kali, longsor terjadi 82 titik, cuaca ekstrem terjadi 233 kali, dan kekeringan terjadi di 321 dusun.
“Bencana alam terbesar di Pamekasan banjir,” tutur Budi.
Akibat bencana alam tersebut, lanjut Budi menjelaskan, terdapat 289 rumah warga rusak parah, 2 rusak berat, 2 rusak sedang dan 279 rusak ringan.
Fasilitas umum yang mengalami kerusakan diantaranya, fasilitas 10 ibadah, 4 pendidikan, 2 fasilitas kesehatan.
“Dempak paling parah banjir hingga mencapai 6.329 KK, 453 mengungsi,” terangnya. (RIDWAN/ROS/VEM)
Tags: bencana alam, banjir, pamekasan, banjir pam