CIKARANG, Koranmadura.com – Industri pengolahan susu salah satu sektor pangan yang mendapat prioritas pengembangan sebagai upaya penyediaan dan pencukupan gizi masyarakat melalui penyediaan produk susu bagi 273 juta penduduk Indonesia yang saat ini mengkonsumsi susu rata-rata mencapai 16,9kg/kapita/tahun.
Guna menyediakan produk susu nutrisi anak berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik bahan baku susu formula dan susu pertumbuhan guna mewujudkan kemandirian bahan baku, di PT Kian Mulia Manunggal, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (21/3/2023).
“Saya sampaikan apresiasi, karena tadi dijelaskan ekspansinya hulu, hilir, vertikal, dan horizontal. Tidak banyak perusahaan yang bisa mengembangkan secara terintegrasi, apalagi bermain di pasar regional,” tutur Menko Airlangga, seperti dilansir ekon.go.id.
Airlangga mengapresiasi Tempo Scan yang terus melakukan ekspansi bisnis dari tingkat hulu hingga hilir, berupa pengembangan brand equities produk susu formula dan susu pertumbuhan anak, serta pembangunan fasilitas produksi pengolahan susu bubuk berupa intermediary milk powder (Spray Dryer Facility), guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan mengendalikan impor.
Pemerintah, ujar Menko Airlangga, tentunya mendukung pengembangan brand equities milik Tempo Scan karena ini adalah salah satu upaya menyediakan finished product Susu Formula dan Susu Pertumbuhan dengan skala ekonomi yang memadai, sukses berkompetisi dengan produk multinasionals, serta mampu melakukan pengendalian bahan baku, di mana sebelumnya masih bergantung impor. Adanya program substitusi impor bahan baku intermediary milk powder ini mampu menghemat devisa negara hingga mencapai Rp1 triliun.
Upaya ini, lanjut dia, sejalan dengan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting pada 2018- 2024, yang bertujuan untuk memastikan semua sumber daya dialokasikan terutama untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi pada rumah tangga, ibu hamil dan anak usia 0-2 tahun.
Pemerintah dan masyarakat, kata Menko Airlangga, berharap Tempo Scan terus mampu meningkatkan produksi dan daya saing produknya sehingga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung program substitusi impor Pemerintah dalam bentuk penurunan importasi bahan baku intermediary susu pada produk Infant Formula dan Growing Up sekaligus mendukung program Pemerintah dalam penyelesaian masalah stunting.
“Ini harus terus didorong dan ditingkatkan karena dari hulunya sendiri melibatkan masyarakat. Oleh karena itu saya melihat bahwa industri seperti ini adalah bersifat strategis, karena diperlukan untuk Indonesia memasuki bonus demografi. Tentu tadi pak Menteri Kesehatan mengatakan bonus demografi ini harus yang produktif,” ucap Menko Airlangga. (Kunjana)