SAMPANG, koranmadura.com – Berada di teritorial perbatasan dengan Kabuaten Pamekasan, infrastruktur berupa tambatan perahu untuk para nelayan di wilayah pesisir utara Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kondisinya rusak parah dan memprihatinkan.
Puluhan nelayan asal pesisir wilayah Kecamatan Sokobanah, yang menyandarkan sampannya di pinggir sungai di Desa Tamberu Timur, harus membuat rakit dari bambu untuk bisa menaiki perahunya. Lokasi sungai yang berada di area perbatasan antara Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pamekasan ini seringkali penanganan dan peningkatan infatrukturnya seringkali diabaikan oleh pemerintah setempat.
“Tambatan perahu yang ada di sini seperti plengsengan saja. Sudah beberapa tahun belum ada penanganan dari pemerintah. Padahal kondiai rusak dan sangat dibutuhkan oleh para masyarakat nelayan di sini,” ujar Tomo, salah seorang nelayan sekitar, Selasa, 28 Maret 2023
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Iwan Heri Susanto menyampaikan, saat ini masih terjadi refocusing anggaran, sehingga pihaknya ketika melakukan pengajuan selalu gagal. Menurutnya, keberadaan tambatan perahu bukan hanya berada di wilayah Kecamatan Sokobanah, melainkan pula terdapat di wilayah Kecamatan Banyuates.
“Memang kita kadung menerima aset soal tambatan perahu. Akan tetapi fokus kami yaitu tambatan perahu yang berhubungan dengan penumpang, bukan yang berhubungan dengan nelayan. Nah kalau peruntukan untuk nelayan itu kewenangannya berada di Dinas Perikanan,” katanya.
Sejauh ini, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti peruntukan kepemilikan aset tambatan perahu di wilayah Sokobanah. Maka dari itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan peruntukannya. Sebab belakangan ini pihaknya seringkali mendapatkan keluhan dan laporan mengenai perawatan tambatan perahu.
“Masukan ini kami tampung, tapi yang jelas kami akan telusuri dulu aset-aset tambatan perahu. Sebab banyak sekali keluhan untuk pemeliharaan tambatan perahu yang ditujukan ke kami. Akan tetapi manakala tambatan perahu itu berkenaan dengan nelayan, alangkah baiknya berkordinasi dengan Dinas Perikanan,” dalihnya. (MUHLIS/ROS/DIK)