BANGKALAN, koranmadura.com – Stok pupuk bersubsidi di Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada 2022 jenis Urea dan NPK banyak tidak terserap dan dikembalikan ke Perusahaan Pupuk Indonesia (PI).
Berdasar sumber dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan, sisa pupuk NPK sebanyak 2,2 ton dan UREA 400 kuintal. Persoalan ini juga jadi sorotan dari perusahaan PI.
Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Pertanian Dispertahorbun Bangkalan, Cristian Hendry Kusuma Karyadinata menyampaikan tidak terserapnya pupuk bersubsidi oleh para petani berakibat pada menurunnya alokasi pupuk dari perusahaan PI.
“Karena selain melihat jumlah petani yang terdaftar dan luas lahan, PI juga memperhatikan jumlah keterserapan tahun sebelumnya,” kata dia, Rabu, 1 Maret 2023.
Menurut CHK sapaan akrab Cristian Hendry Kusuma Karyadinata, tidak terserapnya pupuk terjadi pada waktu tertentu. Jika tidak masuk masa tanam, petani tidak menebus pupuk yang sudah dijatah oleh PI setiap bulannya.
“Jika tidak ditebus pada bulan itu, maka tidak bisa diambil lagi pada bulan berikutnya. Makanya dikembalikan,” ujar dia.
Pihaknya berharap kepada para petani, agar menebus jatah pupuk sesuai jadwal yang ditentukan setiap bulan. Menurut CHK, pupuk tidak akan rusak jika disimpan di tempat yang aman. Agar tidak terjadi kelangkaan di kemudian hari
“Eman, jika pupuk yang dijatah harus dikembalikan, khawatir akan terjadi kelangkaan,” kata dia.
Sementara pada Januari 2023 lalu, pupuk bersubsidi ini masih bersisa sekitar 800 ton belum terserap oleh petani. (MAHMUD/DIK)