SAMPANG, koranmadura.com – Menghadapi cuaca ekstrem yang kian tidak menentu pada 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Madura, Jawa Timur dinilai masih setengah hati merangkul organisasi komunikasi lokal di wilayahnya.
Padahal keberadaan organisasi tersebut merupakan salah satu penunjang dan pendukung dalam sistem pemberian informasi dalam berbagai aspek, termasuk kebencanaan.
Sekretaris II Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Kabupaten Sampang Wahyudi menyampaikan, keberadaan organisasi komunikasi seperti Orari di tingkat daerah sangat penting. Sebab salah satu kegiatannya menginformasikan tentang kondisi hidrometeorologi dan lain sebagainya sebagai upaya dukungan informasi di suatu daerah.
“Jadi semua daerah minimal se Jawa Timur, melaporkan kondisi daerahnya masing-masing. Misal terkait kebencanaan, cuaca, lingkungan, dan lainnya. Nah itu selalu diinformasikan,” katanya kepada koranmadura.com, Senin, 13 Maret 2023.
Namun, menurut dia, sejauh ini pihaknya tidak dilibatkan secara resmi oleh pemerintah daerah, baik dalam hal mitigasi maupun penanggulangan bencana daerah. Padahal keberadaan organisasi komunikasi yang digelutinya resmi, baik dalam penggunaan hak pakai dengan izin pancar.
“Dulu sih ada, zaman senior-senior kami itu dilibatkan dalam kebencanaan. Karena dulu itu, ada anggaran dari daerah untuk Dukungan Komunikasi (Dukom). Untuk Orari dulu itu ada Dukom, jadi ketika ada kebencanaan, itu dilibatkan. Nah untuk sekarang masih belum ada. Seperti banjir kemarin, itu belum ada pelibatan. Terus kemudian seperti manusia silver yang tenggelam, itu kan sangat penting dukungan komunikasi. Tapi ternyata tidak dilibatkan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang Asroni belum bisa dimintai tanggapan mengenai perangkulan keberadaan organisasi komunikasi serta upaya pelibatan dalam urusan kebencanaan.
Saat hendak dikonfirmasi yang bersangkutan masih berada di luar kota. “Masih ada acara di Surabaya, Mas,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, saat dimintai waktunya untuk konfirmasi. (MUHLIS/FAT/DIK)