SAMPANG, koranmadura.com – Usai ramai diberitakan di sejumlah media, Nasib kakek Budeli (82), penderita hernia puluhan tahun asal warga Dusun Seloros, Desa Batu Poro Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini memiliki asa untuk kehidupannya, terlebih dalam kesehatannya.
Kamis, 16 Maret 2023, kakek Budeli mendadak dikunjungi langsung oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Kementerian Sosial (Kemensos) RI serta langsung mendapat perhatian penuh, terlebih untuk pengobatan terhadap penyakit yang dideritanya selama puluhan tahun.
“Kita ditugaskan oleh Ibu Mentri Sosial untuk menangani kakek yang saat ini membutuhkan bantuan. Seperti yang terjadi di seluruh Indonesia, kita hadir untuk membantu masyarakat yang saat ini memang butuh bantuan,” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, Kemensos RI, Supomo.
Menurut Supomo, untuk fasilitas yang akan diberikan kepada kakek Budeli akan disesuaikan dengan kebutuhannya. Namun yang terutama kakek Budeli akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya.
“Kemudian hasil diagnosa dokter bagaimana, kita tindaklanjuti sesuai dengan hasil diagnosa dokter. Kalau dia harus operasi, kita bantu operasi. Kebetulan Ia sendirian, kita bantu siapkan pendamping sampai dengan yang bersangkutan pulih kembali,” janjinya.
Pihaknya juga berjanji akan mencukupi kebutuhan sandang dan pangannya selama proses pengobatan. Bahkan untuk hunian sementaranya akan dicarikan yang terdekat dengan rumah sakit dan senyaman mungkin selama pengobatan. Hal itu dilakukan karena tidak memungkinkan harus balik ke rumahnya selama proses pengobatan, sementara medan menuju ke rumahnya sangat sulit.
“Mereka akan ditempatkan di sana supaya memudahkan pelaksanaan operasinya,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang, M Fadeli mengapresiasi kedatangan dari Direktorat Kemensos RI. Pihaknya mengaku, selama ini pemerintah Kabupaten bukan berarti tidak memberikan perhatian kepada kakek Budeli, melainkan sebelumnya kakek Budeli sudah diberikan perhatian melalui bantuan sosial berupa bantuan dari Baznas maupun dari Dinsos sendiri.
“Kemarin kami juga sambangi ke sini sebelum dari Kemensos datang juga,” akunya.
Mengenai rumah hunian sementara selama pengobatannya, M Fadeli mengaku masih akan menunggu diagnosa dari dokter, apalagi saat ini rumah sakit daerah sudah menyediakan UHC.
“Semua masyarakat Sampang yang punya KTP Sampang sudah diback up oleh BPJS, sehingga nantinya tidak mengeluarkan pembiayaan lagi. Artinya pemerintah perhatiannya sudah luar biasa. Nanti hasilnya bagaimana, toh, semisal dilakukan rawat jalan, kita siapkan Rumah Perlindungan Sosial (RPS) yang berlokasi di Jalan Mutiara, Kelurahan Banyuanyar, agar dekat ketika melakukan kontrol kesehatan,” katanya. (MUHLIS/DIK)