PAMEKASAN, koranmadura.com – Belakangan ini oralit menjadi sorotan nasional, karena dianggap mampu menjadi doping puasa sehingga lancar tanpa lemas.
Sebagian warga sudah mengonsumsi oralit yang dinilai bisa mencegah dehidrasi tersebut. Namun, banyak dokter tidak menyarankan, salah satunya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Syaifuddin.
Menurut Syaifuddin, warga tidak perlu mengonsumsi oralit sekalipun menjalani ibadah puasa, karena dehidrasi bisa dicegah dengan mengonsumsi air sebanyak dua liter saat berbuka puasa dan sahur.
“Jangan khawatir dehidrasi karena tubuh secara otomatis akan menghemat pengeluaran cairan saat menjalani puasa,” ungkapnya.
Syaifuddin mengingatkan warga Pamekasan untuk tidak mengonsumsi oralit berlebihan, karena akan menimbulkan kadar gula darah dan tensi naik. (RIDWAN/DIK)