JAKARTA, Koranmadura.com – Meski Anies Baswedan sudah dideklarasikan oleh Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat sebagai calon presiden (capes) pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, elektabilitasnya belum naik secara signifikan.
Bahkan survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa justru elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tetap teratas. Termasuk juga dalam survei yang dilakukan di jaringan internet dan media sosial.
Padahal Ganjar Pranowo belum dideklarasikan oleh partai apa pun. Dan karena itu pula, tidak ada satu partai politik dan kelompok masyarakat pun yang memasang baliho Ganjar Pranowo.
Dalam survei SMRC Desember 2022 melalui internet dan media sosial diketahui bahwa 38 persen responden memilih Ganjar Pranowo bila Pilpres digelar saat survei dilakukan. Dia unggul 9 persen dari Aneis Baswedan yang meraih 28 persen. Sementara Prabowo Subianto hanya mendapat 25 persen pemilih.
“Survei SMRC pada Desember 2022 menunjukkan ada 70 persen warga yang pernah menggunakan internet. Sementara pengguna media sosial sebanyak 64,7 persen. Dari yang pernah menggunakan internet, 38 persen memilih Ganjar, 29 persen Anies, dan 25 persen Prabowo,” kata pendiri SMRC Saiful Mujani di Jakarta, Kamis 2 Maret 2023.
“Ada 8 persen yang belum jawab. Sebaliknya, yang menyatakan tidak pernah menggunakan internet (28,4 persen), dukungan terkuat cenderung pada Prabowo 29 persen, Anies 26 persen, dan Ganjar 25 persen. Ada 20 persen yang tidak menjawab,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, “Sementara dari 64,7 pengguna media sosial, 38 persen memilih Ganjar, Anies 29 persen, dan Prabowo 25 persen. Masih ada 8 persen yang belum menyatakan pilihan. Sebaliknya, orang yang tidak pernah menggunakan media sosial lebih kuat memilih Prabowo 28 persen, Anies 27 persen, dan Ganjar 25 persen. 20 persen tidak menjawab.”
Data ini, kata Saiful, menunjukkan bahwa intensitas asosiasi antara internet dan media sosial dengan Ganjar lebih kuat dibanding Anies dan Prabowo.
“Walaupun Ganjar belum dideklarasikan sebagai calon presiden, namun diskusi publik di media massa dan media sosial mengenai Ganjar sebagai calon presiden kuat,” kata Saiful Mujani.
Lebih jauh Saiful menjelaskan dukungan publik pada Ganjar yang lebih tinggi dari yang lain karena terasosiasi kuat dengan media sosial. Pengetahuan publik pada Ganjar lebih banyak melalui media sosial.
“Walaupun dia tidak memasang billboard, tidak melakukan kunjungan ke pelbagai daerah dan disambut massa yang besar, namun pilihan publik tetap besar. Ini menunjukkan, lanjut Saiful, bahwa yang paling banyak membantu Ganjar sejauh ini adalah media sosial,” kata Saiful Mujani lagi. (Sander)