SAMPANG, koranmadura.com – Di tengah menghadapi cuaca ekstrim 2023, penganggaran penanggulangan bencana di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, malah mengalami penurunan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Asroni menyatakan, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2023, salah satu arahan Presiden RI Joko Widodo yaitu menyatakan menghadapi cuaca ekstrim saat ini, pemerintah daerah diharapkan untuk menyiapkan anggaran penanggulangan bencana di daerah diperbeasar untuk dipergunakan sebesar-besarnya kepada masyarakat, terutama masyarakat miskin. Sedangkan di Kabupaten Sampang diakuinya yaitu penganggaran penanggulangan bencana saat ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Anggaran penanggulangan bencana di 2022 lalu kurang lebih sebesar Rp 1,9 miliar yang dialokasikan di dua OPD yakni BPBD dan Dinas Sosial. Kemudian 2023 dianggarkan kurang lebih sebesar Rp 1,8 miliar yang dialokasikan di empat OPD di antaranya BPBD, Dinas Sosial, DPUPR dan DLH. Angka itu total yang dianggarkan dalam setahun,” katannya, Rabu, 8 Maret 2023.
Sedangkan porsi penganggaran, Asroni menyatakan disesuaikan dengan kebutuhan OPD masing-masing. Selain itu, meski pemerintah diharapkan menganggarkan untuk penanggulangan bencana dengan angka yang lebih besar, angka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Sampang diketahui masih kecil.
“Sudah kami sampaikan kepasa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), agar supaya pada 2024 yang akan datang ada penambahan anggaran untuk penanggulangan bencana, walaupun tidak harus dialokasikan ke BPBD. Karena semua OPD itu boleh menganggarkan untuk penanggulangan bencana,” paparnya. (MUHLIS/ROS/VEM)