Malik mengatakan, hari kedua, kegiatan juga akan lebih menarik. Karena juga ada outbond, bermain game hingga keliling kebun di lokasi Kusuma Agrowisata termasuk lomba foto bertema lingkungan. “Ini tak lain agar kita berdamai dengan lingkungan. Karena lingkungan yang lestari adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Indra Zulkarnaen berharap kegiatan lokakarya semakin merekatkan satu sama lain, lebih-lebih dengan manajemen SKK.
“Karena lewat media industri Hulu migas tak hanya dipahami oleh masyarakat, tapi juga mendapat apresiasi. Terimakasih atas berita-berita positif yang disajikan oleh insan media,” ucapnya.
Pakar Lingkungan Herlina Agustin mengajak para jurnalis untuk memberikatan perhatian penuh terhadap masalah lingkungan. Sebab, berita-berita lingkungan kerap luput dari perhatian kita.
“Berita-berita lingkungan kalah pamor dari berita yang lain, peristiwa, politik hingga yang lainnya. Padahal, masalah lingkungan bukan sepele. Butuh sentuhan media untuk mengedukasi masyarakat,” ungkapnya.
Herlina menyebut, bencana banjir, bukan semata-mata disebabkan kode alam, tapi juga disebabkan oleh aktivitas manusia yang berlebihan dalam mengekploitasi alam.
“Dengan kondisi iklim yang semakin memburuk, langkah-langkah politik, ekonomi, ilmiah, dan upaya publik, semuanya akan sangat diperlukan untuk menemukan solusi guna menyelamatkan lingkungan,” katanya saat mengajak para jurnalis berdiskusi.
Soal menurunkan emisi karbon, kata Herlina sebenarnya cukup mudah, salah satunya menjaga hutan. Selain itu, butuh bahu membahu.
“Seperti pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, dan media harus bersatu padu dan berkomitmen untuk melindungi lingkungan,” papar Herlina. (SOE)