SAMPANG, koranmadura.com – Dinilai tidak berpihak kepada para atlet lokal dan pembinaan Cabang Olahraga (Cabor), Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai pertanyakan kebijakan yang diambil Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.
Anggota Komisi IV DPRD Sampang, Moh Iqbal Fathoni mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Koni serta Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, lantaran tersiar isu bahwa pihak Koni melakukan mutasi atlet dalam langkah persiapan rencana Porprov Jatim ke VIII tahun 2023. Menurutnya, isu mutasi atlet yang dilakukan pihak Koni kemudian dianggapnya sebagai pembunuhan karakter terhadap para atlet lokal Sampang.
“Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap Koni dan Disporabudpar pada Kamis, 9 Maret 2023 kemarin. Karena isu mutasi atlet yang dilakukan pihak Koni,” katanya, Sabtu, 11 Maret 2023.
Saat dikarifikasi, lanjut Fafan sapaan akrab Moh Iqbal Fathoni menyatakan, mutasi atlet yang dilakukan pihak Koni dalam melakukan mutasi atlet yaitu sebanyak 12 persen.
“Kami memang tidak sepakat apabila melakukan mutasi atlet. Karena tidak dana pembinaan untuk cabor. Jadi kami sampaikan bahwa Koni membunuh para atlet Sampang. Sebab apapun yang terjadi, kita jangan selalu terpancing dengan penghargaan di Porprov,” paparnya.
Namun begitu, Fafan mengakui kondisi tersebut merupakan sesuatu yang menjadi pilihan yaitu pihak Koni memilih mutasi atlet dan Komisi IV memilih pembinaan.
“kalau misal Koni tetap kekeh, ya kami kan yang mengesahkan anggara, jadi jangan salahkan kami jika kami nantinya enggan mengesahkan anggaran yang banyak kepada Koni, karena hanya membiayai orang luar saja. Kami maunya duit rakyat Sampang, balik lagi ke rakyat Sampang,” kecamnya.
Dari data yang dimilikinya, Fafan mengungkapkan ada salah satu cabor Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), yang pihak Koni melakukan mutasi satu atlet dari wilayah Sidoarjo, lantaran di Kabupaten Sampang tidak memiliki atlet.
“Ini kan murni membiayai orang luar. Kemudian karena di Sampang tidak ada atletnya, terus bagaimana dan siapa yang mau ditranfer ilmunya,” ungkapanya.
Sementara Ketua Koni Kabupaten Sampang, Wasik menyampaikan, ada 107 atlet dari 14 cabor yang dipersiapkan pada ajang Porprov 2023. Dari jumlah atlet itu hanya terdapat 12 persen mutasi dan selebihnya merupakan atlet lokal yang saat ini dilakukan Pemusatan Latihan (Puslat) di Surabaya selama lima bulan ke depan bersama para atlet Puslatda Jatim.
“Mereka latihan bersama dengan para atlet Puslatda Jatim oleh pelatih Puslat Jatim. Nah 12 persen itu ada sekitar 14-15 atlet yang mutasi, itupun hanya bukan kontrak tapi hanya biaya pembinaan. Sedangkan yang kontrak itu hanya ada lima atlet,” jelasnya.
Wasik menjelaskan, bagi cabor yang dapat dipersiapkan untuk mengikuti Porprov yaitu para atletnya harus memiliki standar misal di antaranya pernah menjuarai minimal berada di urutan 10 besar dalam berbagai ajang kejuaraan.
“Ini bukan soal rekomnya, tadi memang ada standarnya,” terangnya. (MUHLIS/ROS/VEM)