SUMENEP, koranmadura.com – Meski mendapat penolakan dari warga, rencana pembangunan tambak garam di pantai Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan tetap lanjut.
Kepala Desa Gersik Putih Muhab menyebut lahan yang diperjuangkan warga untuk tidak dibangun tambak garam selama ini tidak memberikan pemasukan kepada desa.
Kades Muhab juga menyebut bahwa pantai tersebut bukan merupakan satu-satunya lahan pencaharian warga Desa Gersik Putih.
“Alasan sebagian warga karena lahan itu merupakan mata pencaharian. Mata pencaharian yang mana? Mata pencaharian bukan hanya di situ. Karena di situ airnya pasang surut. Di situ hanya mencari seafood,” kata dia, Minggu, 5 Maret 2023.
Karena itu, menurut dia pembangunan tambak garam akan tetap digarap, sebab dinilai akan lebih bermanfaat kepada masyarakat.
“Insya Allah tetap digarap. Karena itu untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
“Ketimbang tidak digarap, kan, lebih baik digarap. Masak anak cucu saya 10 tahun ke depan mau mencari seafood, kan, tidak mungkin. Karena sekarang sudah mahasiswa-mahasiswa,” tambah dia.
Sebelumnya, warga ramai-ramai turun ke pantai mencari tiram, kepiting dan hingga menjala ikan di Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Minggu, Maret 2023, pagi.
Aksi ramai-ramai turun ke pantai mencari seafood yang dilakukan warga ialah sebagai bentuk protes terhadap rencana pembangunan tambak garam di pantai tersebut.
Sebelum turun ke pantai, warga melakukan doa bersama, berharap pembangunan tambak garam tak jadi dilakukan. Selain itu, perwakilan mereka juga menyampaikan orasi. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)