PAMEKASAN, koranmadura.com – Penyakit difteri merupakan penyakit yang menular dan dapat disebarkan melalui batuk, bersin atau luka terbuka.
Penyebab utama penyakit difteri tersebut, diakibatkan infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat mempengaruhi kulit.
“Infeksi tenggorokan oleh kuman difteri menyerang tenggorokan, terus menimbulkan membran (kayak selaput) yang bisa menutup tenggorokan, kalau menutup tenggorokan, bahaya bisa meninggal,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Syaifuddin, Kamis, 2 Maret 2023.
Menurutnya, penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja dari segala usia dan bisa beresiko menimbulkan infeksi serius yang berpotensi meninggal dunia.
“Difteri ini bisa terjadi ke anak dan dewasa, yang rentan sejauh ini kepada anak,” jelasnya.
Syaifuddin mengatakan pengobatannya meliputi antibiotik dan antitoksin untuk mematikan bakteri. Salah satu langkah pencegahan difteri yang paling efektif adalah mendapatkan vaksinasi difteri.
“(Kalau anak) pencegahan tersebut imunisasi umur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan di posyandu setempat,” jelasnya.
Di soal mengenai jumlah kasus di tahun 2023, ia menjawab bahwa tidak ada kasus hingga sampai saat ini. (SUDUR/ROS/VEM)