SAMPANG, koranmadura com – Pasrah dengan keadaan, Anisatul Jannah, bocah perempuan pengidap tumor otak asal Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, hanya bisa terbaring di tempat tidurnya.
Bocah berusia 12 tahun ini mengidap tumor otak sejak baru lahir yaitu masih berusia tiga bulan. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, bocah perempuan yang malang tersebut tidak kunjung membaik bahkan jauh dari kata sembuh hingga saat ini. Bahkan kondisi badannya saat ini terlihat sangat kurus dan tampak hanya tulang saja.
Ibunda Anis, Nurhayati menceritakan, penyakitnya mulai terasa dan terlihat sejak masih berusia tiga bulan sejak anak ketiganya itu dilahirkan. Kala itu anaknya yang nomor tiga ini dirawatnya sedari ketika merantau di Malaysia hingga berusia tujuh bulan. Setelah itu, dirinya memutuskan pulang ke kampung halamannya sambil merawatnya di rumahnya sendiri. Bahkan dirinya mengaku telah memeriksakan kondisi anaknya ke tempat kesehatan atau Puskesmas terdekat di rumahnya, namun tidak kunjung membaik bahkan jauh dari kata sembuh.
“Kondisinya dulu, di usia tujuh bulan, itu sehat dan tidak sebegitu besar. Namun ketika pulang ke kampung halaman, malah tambah besar,” ujarnya, Kamis, 6 April 2023.
Lanjut Nurhayati mengaku, satu tahun terakhir dirinya sempat mendapat bantuan dikit demi sedikit dari sejumlah pihak. Namun tidak menjadikan anaknya sembuh. Bahkan dirinya mengaku putus asa untuk membawanya berobat kembali ke rumah sakit mengingat kondisi penyakit yang di derita anaknya terlihat sudah parah.
“Iya ada bantuan sedikit demi sedikit dari pemerintah. Mohon maaf kalau tidak lagi di bawa ke rumah sakit, ya mau gimana lagi kondisinya sudah tampak tulang,” ujarnya terlihat pasrah.
Sementara Sementara Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos), Pemdes Montor, Syamsi mengaku, untuk keluarga Anis sejatinya sudah diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan Ketua PKK Kabupaten beserta rombongan dari pihak Kecamatan juga sempat mengunjungi kediaman bocah perempuan tersebut beberapa waktu lalu. Tidak hanya itu saja, pihaknya menyatakan semenjak terjadinya Covid-19, keluarga Anis juga mendapat bantuan sosial dari pemerintah berupa BST hingga bansos BBM.
“Kalau bantuan sembako dan lainnya itu sudah. Bahkan pernah pihak desa bersama Puskesmas mengajak untuk dilakukan operasi, namun dari pihak keluarga tidak mau untuk dilakukan operasi,” ujarnya. (MUHLIS/ROS/VEM)