KORANMADURA.com – Salah satu ibadah sunah yang memiliki keutamaan di bulan suci Ramadan, yaitu salat tarawih.
Salat tarawih dilakukan umat muslim secara berjemaah maupun dilakukan seorang diri di rumah masing-masing.
Keutamaan salat tarawih yang dilakukan sepanjang bulan suci Ramadan berbeda setiap malamnya. Mulai dari dihapusnya dosa hingga malaikat menjadi saksi bahwa Allah SWT tidak menghisap kelak di hari kiamat.
Keutamaan salat tarawih malam ke-14 seperti diterangkan kitab Durratun Nashihin
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan salat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat,”
Sementara fadilah salat tarawih malam ke-15, وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةَ عَشَرَةَ تُصَلِّى عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَحَمَلَةُ الْعَرْشِ وَالْكُرْسِىِّ
“Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arasy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya,” (RIDWAN/DIK)