SUMENEP, koranmadura.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendesak aparat berwenang mengusut tuntas dua kali insiden kebakaran kayu di area Kantor MWC NU Lenteng.
Ketua PC GP Ansor Sumenep Qumri Rahman mengatakan pihaknya tidak akan tinggal dan akan terus mengawal kasus dugaan pembakaran hingga tuntas.
“Kami mengecam keras kasus dugaan pembakaran tersebut. Karena ini termasuk perbuatan kurang sopan, dan mengganggu perjuangan kami. Karena Kantor MWC NU adalah kantor para ulama,” kata Qumri.
Dia menegaskan, jika dari pihak berwenang tidak ada langkah konkret untuk mengusut kasus dugaan pembakaran kayu milik MWC NU Lenteng di area kantor, GP Ansor Sumenep akan bergerak dengan caranya sendiri.
“Tapi untuk saat ini, kami menunggu proses dari pihak kepolisian. Dan tentu kalau memang tidak ada langkah yang konkret dari pihak kepolisian, kami akan bergerak dengan cara kami sendiri,” tegasnya.
Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah dalam menangani insiden dua kali kebakaran kayu bahan bangunan yang terjadi di area Kantor MWC NU Lenteng.
“Pertama mendapat backup dari Bidlabfor Polda Jatim untuk melaksanakan olah TKP pada Sabtu kemarin,” katanya, Minggu, 7 Mei 2023.
Selain itu, sambung dia, dalam hal penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan pembakaran kayu bahan bangunan milik MWC NU Lenteng , Polres Sumenep juga mendapat backup dari Bidang Reskrimum Polda Jatim.
“Semoga dengan kecepatan dan atensi yang kami lakukan, kasus ini bisa segera terungkap, dan pelaku bisa segera tertangkap,” harap Kapolres Edo. (FATHOL ALIF/ROS)