SAMPANG, koranmadura.com – Pencarian hari ke dua Ikhsan (63), seorang nelayan asal Desa Pulau Mandangin, Sampang, yang diduga tenggelam di wilayah perairan Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, masih belum membuahkan hasil.
Kapolres Sampang, AKBP Siswantoro melalui Kasat Polairud Iptu Catur Rahardjo menyatakan, Tim SAR gabungan yang saat ini terjun melakukan penyisiran korban Ikhsan yang diduga tenggelam pada Minggu, 30 April 2023 kemarin, kurang lebih sebanyak 13 Personil gabungan. Belasan tim gabungan tersebut di antaranya enam personil dari Basarnas Wilayah Madura, Satu personil Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) TNI AL Camplong dan dua personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Di hari kedua pencarian nelayan warga Desa Pulau Mandangin An. Ikhsan, alhamdulillah kami mendapat bantuan personel gabungan serta warga nelayan dari Pulau Mandangin maupun nelayan dari Sreseh. Dalam penyisiran kami menggunakan satu kapal Polisi dan satu perahu karet Basarnas,” ujar Kasat Polairud Polres Sampang, Iptu Catur Rahardjo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Mei 2023.
Lanjut Iptu Catur menyampaikan, kondisi angin yang berhembus dari arah Timur-Tenggara sebagaimana prakira yang dikeluarkan oleh BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, menjadikan penyisiran dimulai dari lokasi terakhir perahu milik korban Ikhsan yang diduga lokasi menghilang atau tenggelam yaitu pada titik koordinat 07° 18′ 092″ S – 113° 5′ 667″ E ke arah barat sampai perairan Kabupaten Bangkalan.
“Sedangkan kecepatan angin sekitar 13 kilo meter per jam, ketinggian gelombang mulai 0.10 – 0.25 meter serta diprediksi di wilayah perairan selat madura akan turun hujan sedang. Hingga saat ini penyisiran terus dilakukan. Kami berharap nelayan asal Mandangin yang hilang ini segera ditemukan,” pungkasnya sambil berharap. (MUHLIS/ROS)