PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencatat kasus Human Immunodeficiency Virus(HIV) di Pamekasan terjadi peningkatan, terhitung dari tahun 2018 hingga 2022.
Berdasarkan Data Dinkes Pamekasan, jumlah warga terinfeksi HIV mencapai 202 orang sejak lima tahun terakhir, tahun 2018 20 orang, tahun berikutnya 2019 meningkat menjadi 36 orang.
Pada tahun 2020, kasus warga terinfeksi HIV kembali meningkat menjadi 38 orang, tahun 2021 menurun 18 orang, HIV kembali naik hingga mencapai 87 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Hidayat mengatakan data warga Pamekasan terinfeksi HIV tahun ini hanya 3 0rang.
Menurut Hidayat, penularan HIV disebabkan beberapa faktor. Antara lain, gonta-ganti pasangan, pecandu narkoba, penderita Tuberkulosis (TBC).
“Tiga faktor ini yang menjadi penyebab penyebaran kasus HIV di Pamekasan,” kata Hidayat, Rabu, 17 Mei 2023.
Warga Pamekasan yang terinfeksi HIV dapat obat gratis dari Pamekasan. Namun untuk obat keseharian ditanggung sendiri.
Hidayat menghimbau kepada masyarakat Pamekasan untuk hidup sehat, hindari gonta-ganti pasangan dan narkoba.
“Sosialisasi berkaitan dengan HIV sering kami lakukan, baik ke sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat,” terangnya. (RIDWAN/ROS)