SAMPANG, koranmadura.com – Nanggung hutang dan menjadi Kabupaten termiskin se-Jawa Timur, puluhan mahasiswa dengan mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) turun aksi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Daerah) karena dinilai gagal mengontrol kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.
“Kabupaten Sampang berada terbawah dari 38 Kota/Kabupaten se-Jawa Timur menjadi daerah termiskin. Makanya di pemerintah daerah di sini, ada ketimpangan untuk meningkatkan ekonomi di Sampang,” ujar Ketua Formasa, Farman Zaki, Senin, 22 Mei 2023.
Farman Zaki juga menyatakan, masyarakat Sampang saat ini juga menanggung hutang yang dinilainya sangat berdampak negatif terhadap masyarakat karena Sampang harus menanggung bunga angsuran senilai Rp10 miliar per tahunnya.
“Dan itu menjadi kegagalan Pemkab Sampang, karena dampak dari adanya hutang Pemkab kepada PT SMI berpotensi akan menaikan pajak kepada masyarakat Sampang. Kemudian pelayanan Publik akan berkurang,” katanya.
Sementara salah satu Anggota DPRD Sampang, Iwan Efendi saat menemui pendemo mahasiswa menyatakan, terkait pengambilan langkah Pemkab Sampang dengan melakukan peminjaman ke PT SMI untuk pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) di angka kurang lebih senilai Rp200 miliar, prosesnya tidak lepas bersama DPRD.
“Dan kami akui angka kemiskinan di Sampang, Kami memang paling bawah. Dan kami sampaikan di hadapan adik-adik mahasiswa, konteks hari ini bahwa Sampang dikatakan Hebat dan Bermartabat itu belum, itu Bulshit. Tapi kalau akan Hebat Bermartabat itu iya. Dan itu butuh dukungan bersama,” terangnya.
Kader PDIP Sampang ini juga menyampaikan, porsi anggaran Pemkab yaitu untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masih sedikit dan hanya mengandalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Apa yang dilakukan Pemkab saat ini untuk meningkatkan PAD. Dan jika PAD selama tiga tahun ke depan tidak naik, maka saya orang yang pertama akan turun jalan,” ujarnya.
Maka dari itu, Iwan Efendi juga meminta semua pihak baik Tokoh Masyarakat, Aktivis, mahasiswa dan lainnya untuk turut serta mengawasi segala bentuk proses pelaksanaan roda Pemerintahan di Sampang.
“Sekali lagi kami tegaskan, untuk konteks hari ini
yang bilang Sampang Hebat Bermartabat, itu Bulshit,” tegasnya. (MUHLIS/ROS)