JAKARTA, Koranmadura.com – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mewanti-wanti jajaranya agar mencegah konflik seperti yang melanda Sudan saat ini terjadi di Indonesia. Sebab konflik seperti itu akan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dan merusak ekonomi bangsa.
Hal itu disampaikan Yudo Margono dalam amanatnya di Jakarta, pada Selasa 2 Mei 2023 sebagaimana disadur dari Liputan6.com.
Yudo Margono meminta seluruh jajaran TNI untuk mendeteksi bibit-bibit konflik sedini mungkin dan langsung mencegahnya. Karena itu, kepada para pemimpin satuan di TNI untuk bekerja dengan lebih bertanggung jawab lagi dan penuh pengabdian bagi bangsa dan negara.
“Pemimpin selain tampil dan bertanggung jawab dalam memimpin perlu diikuti dengan nalar dan nurani untuk kepentingan nasional,” ujar Laksamana TNI Yudo Margono yang juga mantan Kepala Staf TNI AL.
Laksamana TNI Yudo Margono meminta seluruh prajurit TNI untuk menjalankan jiwa korsa secara benar dan dalam hal-hal positif sebagaimana ditunjukkan selama penanganan Covid-19, pengamanan KTT G-20, dan dalam berbagai kegiatan lain.
“Bina dan kembangkan jiwa korsa bersama satuan samping guna mewujudkan hal positif. Hal ini sudah dibuktikan keberhasilan dalam penanganan Covid-19, pengamanan G20, pengamanan lebaran, natal, penanggulangan bencana, dan lain-lain. Di tahun politik, Netralitas TNI suatu keharusan,” ujarnya.
Seperti diketahui sepanjang April 2023, terjadi konflik antara oknum anggota TNI dan Polri di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Jeneponto, Sulawesi Selatan. Konflik yang berujung para perusakan fasilitas milik Polri di dua kota itu oleh kelompok orang yang diduga oknum anggota TNI hanya karena masalah sepele.
Di Kupang, milsanya, konflik pecah berawal dari aksi dukung mendukung pertandingan futsal. Sementara di Jeneponto, Polres Jeneponto diserang oleh sekelompok orang yang diduga oknum-oknum anggota TNI. (Sander)