LABUAN BAJO, Koranmadura.com – Presiden Jokowi memang seorang pemimpin yang benar-benar berpikir dan bertindak out of the box alias tidak biasa. Bayangkan, dia bisa mengemas acara protokoler Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dengan sangat menawan. Tidak melulu serius dan tegang, tetapi juga santai. Terlihat ketika Presiden Jokowi mengajak para pemimpin ASEAN naik Pinisi menyusuri Taman Nasional Komodo sambil menyaksikan matahari terbenam di Labuan Bajo.
Ini salah satu cara Presiden Jokowi mempromosikan pariwisata Labuan Bajo. Sebab sejak awal Presiden Jokowi menegaskan bahwa pilihan Labuan Bajo sebagai tuan rumah KTT ASEAN antara lain bertujuan marketing Labuan Bajo sebagai destinasi wisata.
Lalu apakah marketing ini tercapai? Bila dilihat testimoni para pemimpin ASEAN, hampir pasti dapat dikatakan bahwa misi Jokowi menuai sukses besar. Para pemimpin mengaku begitu terkesan dengan keindahan Labuan Bajo. Bukan hanya kagum. Mereka juga berjanji akan datang kembali untuk berwisata di kawasan tersebut.
Presiden Filipina, Ferdinand R. Marcos Jr., misalnya. Dia mengaku, sebagaimana dilansir dari Setkab.go.id, kegiatan ini merupakan ide yang sangat baik untuk menjernihkan kembali pikiran selepas seharian bekerja.
“Seperti yang dijanjikan oleh Presiden Widodo adalah kita datang ke kapal dan kita tidak terlalu memikirkan ekonomi dan masalah, keamanan, dan itu benar sekali, itu ide yang sangat bagus untuk menjernihkan pikiran Anda jadi kembali ke bekerja dan menyegarkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Indah, pemandangannya indah, jadi kami sangat khawatir karena ketika saatnya tiba bagi kami untuk menjadi tuan rumah ASEAN, kami harus melakukan yang lebih baik dari ini. Indonesia menetapkan standar sangat tinggi, kita harus bersaing.”
Bukan hanya indah, tetapi juga sangat romantis. Begitu kesan Ibu Negara Filipina, Louise Aranetta-Marcos. “Dan romantis!” ujarnya.
Kesan serupa diungkapkan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Ia sangat senang bisa naik pinisi dan melihat matahari terbenam.
“Oh rasanya sangat menyenangkan, sejauh ini sangat tenang, sangat mulus, kami menantikan untuk melihat matahari terbenam. Saya sangat senang kita bisa melihat matahari, saya pikir itu cukup spektakuler,” ujar PM Lee.
PM Lee menuturkan bahwa ini merupakan kali pertamanya mengunjungi NTT. Menurutnya, ia telah melihat foto keindahan NTT, tapi ketika melihatnya secara langsung ternyata lebih baik.
Ia pun mengaku akan kembali mengunjungi NTT di masa depan untuk menyelam maupun melihat komodo.
“Saya pikir akan ada banyak turis yang ingin datang juga, terutama dengan hotel-hotel baru yang akan datang,” ucapnya.
Begitu juga Pangeran Abdul Mateen dari Brunei Darussalam yang juga dalam dalam kapal pinisi tersebut. Ia mengaku sangat menikmati perjalanan dengan kapal Lako Di’a tersebut.
“Kami senang dan ini pertama kalinya kami di Labuan Bajo jadi kami senang berada di kapal ini melihat sisi berbeda dari KTT ASEAN. Ya sangat bagus, sangat santai terutama setelah pertemuan hari yang panjang,” ujar Pangeran Abdul Mateen.
“Saya tahu Bali sangat terkenal, tetapi Labuan Bajo tidak setenar Bali. Saya pikir KTT ASEAN ini akan menarik lebih banyak orang untuk datang,” tambahnya.
Tentu saja, testimoni para pemimpin ASEAN ini bukan satu-satunya ukuran. Namun persepsi positif ini lewat berita, tulisan, dan foto para wartawan peliput KTT ASEAN serta unggahan di berbagai macam platform media sosial akan mengundang semakin banyak turis dari negara-negara ASEAN datang ke Labuan Bajo.
Apalagi yang menjadi endorser bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah para pemimpin negara-negara ASEAN.
Karena itu, masyarakat Labuan Bajo siap-siap mendapat limpahan rejeki pariwisata sebagai dampak dari KTT ASEAN di Labuan Bajo ini. Profisiat dan sukses untuk Presiden Jokowi yang selalu memimpin dan berpikir out of the box. Selamat atas kesuksesan KTT ASEAN dan mempromosikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata. (Sander)