BANGKALAN, koranmadura.com – Berbagai ritual yang diyakini bakal calon kades (Cakades) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur untuk memenangkan pemilihan kepala desa (Pilkades) dilakukan.
Cakades Longkek, Ganda Putra Satria dan Cakades Galis, Kecamatan Galis Yudha Jaka Satria misalnya, keduanya minta restu kepada sang ibu sebelum berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), pada 10 Mei 2023.
Ritual minta restu ke orang tua berbeda dengan lainnya. Kedua calon yang diketahui kakak-adik itu tidur di pintu rumah lalu dilangkahi sebanyak tiga kali oleh sang ibu. Setelah itu, sang ibu menamparnya berkali-kali.
“Malar moghâ menanga, nak, ban amanah (semoga menang dan amanah, nak),” kata ibu sambil mengucurkan air matanya.
Di Desa lain, seperti Cakades Telaga Biru, Ahmad Suhdi melaksanakan ritual berbeda agar diberi kemenangan pada Pilkades. Di pintu masuk TPS, dia membaca kalimat tertentu dengan berpakaian baju merah dan sorban kuning.
Sambil membaca kalimat selawat, orang-orang di sampingnya melemparkan garam di jalan yang akan dilalui. Setelah selesai membaca, Ahmd Suhdi mengentakkan kaki kanan sebanyak tiga kali.
“Shalatullah salamullah, ala thaha Rasulillah. Allahumma shalli ala Muhammad,” lantunan selawat pun mengiringi jalan Cakades nomor urut 2 itu.
Tak hanya itu, ritual yang dilakukan Ahmad Suhdi sebagai Cakades Telaga Biru, tempat duduk mulai dari kursi hingga meja tidak menggunakan yang disediakan panitia, melainkan membawa sendiri dari rumahnya.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat (DPMD) Bangkalan, Rudiyanto menjelaskan, selama tidak melanggar aturan yang ada, ritual apapun yang dilakukan oleh para Cakades masih diperbolehkan.
“Yang penting masih berada di batas kewajaran dan tetap jaga kondusivitas Pilkades,” ujarnya.
Perlu diketahui, sebanyak 148 desa di Bangkalan sudah melaksanakan pemungutan suara Pilkades pada 10 Mei 2023. Hari ini, panitia Pilkades dijadwalkan mengumpulkan hasil rekapitulasi perolehan suara Cakades kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD). (MAHMUD)