PALU, Koranmadura.com – Seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan media social (medsos), para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Palu perlu meningkatkan transaksi jual beli dengan memanfaatkan platform digital.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat mengunjungi UMKM Bawang Goreng Sri Rejeki di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (28/5/2023), seperti dilansir kemendag.go.id. Turut mendampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah Richard Arnaldo
”Kementerian Perdagangan terus gencar mendorong UMKM untuk melakukan pemasaran secara digital. Selain itu, kami juga siapmemberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada UMKM, khususnya UMKM di kota Palu ini.” kata Wamendag Jerry.
Wamendag Jerry juga mengungkapkan, transaksi jual beli melalui platform lokapasar (marketplace) kini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Kementerian Perdagangan mendukung UMKM mendapatkan tempat di lokapasar dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada UMKM Kementerian Perdagangan mengembangkan empat pilar sebagai sebuah ekosistem untuk mendukung pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM. Keempat pilar tersebut adalah keberadaan UMKM, lokapasar (marketplace), ritel modern, dan perbankan. Pada 2022, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31% dan surplus perdagangan mencapai US$54,46 miliar.
Selain itu, Kementerian Perdagangan juga memiliki program pengembangan keterampilan UMKM, pelatihan pengembangan desain kemasan, pelatihan ekspor bagi UMKM yang akan memasarkan produknya ke mancanegara, dan perwakilan dagang di 46 negara yang dapat membantu mempromosikan produk UMKM potensi ekspor.
“Tugas pemerintah mendukung UMKM maju dan berkembang. UMKM Maju, Indonesia Maju,” pungkas Wamendg Jerry. (Kunjana)