BANGKALAN, koranmadura.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bangkalan, Madura, Jawa Timur gencar mengawal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tinggkat SD – SMA sederajat.
Hal tersebut dilakukan karena antisipasi akan terjadinya Pungutan Liar (Pungli) yang menjanjikan bisa masuk di sekolah-sekolah favorit, atau adanya indikasi kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat.
“Seperti kasus pungutan pemesanan atribut sekolah atau sejenisnya, dikhawatirkan dilakukan oleh oknum pihak sekolah,” kata Wakil Ketua 2 PMII Bangkalan, Samsul Anwar, Senin, 26 Juni 2023.
Dia menjelaskan, kader PMII tidak menginginkan pendidikan di Bangkalan hanya dinikmati oleh orang-orang kaya saja. Namun, orang menengah ke bawah dan pengetahuannya di atas rata-rata harus diperhatikan.
“Kami yakin pihak sekolah sudah tahu mekanisme PPDB. Kami harap aturan dan tahapan yang ditentukan dilaksanakan dengan baik,” kata dia.
Sementara ketua PC PMII Bangkalan, Syamsul Hadi mengingatkan bahwa pengawalan PPDB tidak hanya dalam berkaitan pada kebijakan saja. Namun selain itu, kader PMII harus ikut mendampingi hingga tuntas.
“Pengawalan kami tidak hanya dalam bentuk kebijakan publik, lebih dari itu kami akan turun ke masyarakat untuk memberikan penyadaran terkait pentingnya pendidikan,” ujarnya.
Perlu diketahui, PC PMII Bangkalan telah melaksanakan dialog pendidikan tentang PPDB, pada 20 Juni 2023 lalu. Tujuannya, untuk meminimalisir pungli. Turut hadir, dari Disdik, Kemenag, Cabang Disdik hingga Polres Bangkalan. (MAHMUD/DIK)