JAKARTA, Koranmadura.com – Calon Presiden (Capres) yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo membacakan naskah “Dedication of Life” Bung Karno pada Peringatan Puncak Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 24 Juni 2023.
Ganjar Pranowo membacakan itu dari mimbar utama Gelora Bung Karno dengan penuh khidmat.
Saat pembacaan Dedication of Life Bung Karno, suasana Gelora Bung Karno yang sebelumnya terdengar suara gemuruh dari ratusan ribu kader PDI Perjuangan, seketika hening. Mereka meresapi tiap kata Dedication of Life yang dibacakan Ganjar.
Termasuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Presiden Jokowi, Wakil Presiden KH Maruf Amin, dan para ketua umum partai yang hadir menjadi tamu. Saat membacakan Dedication of Life, terlihat Ketua DPP PDI Perjuangan M Prananda Prabowo berdiri di belakang Ganjar Pranowo juga khidmat saat pembacaan Dedication of Life.
Apa yang dilakukan Ganjar Pranowo persis juga dilakukan Joko Widodo pada 20213. Ketika itu, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi membacakan Dedication of Life menjelang pengumumannya oleh PDI Perjuangan menjadi calon presiden 2014.
Di lingkungan PDI Perjuangan, pembacaan pidato Dedication of Life Bung Karno merupakan hal yang sakral dalam prosesi kepartaian bersamaan dengan menyanyikan Indonesia Raya, kemudian Mengheningkan Cipta dan pembacaan teks Pancasila.
Di acara Puncak BBK 2023 ini, Mengheningkan cipta dipimpin oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan pembacaan teks Pancasila oleh Denny Cagur.
Sebelum membacakan Dedication of Life, peringatan Bulan Bung Karno diawali prosesi Panji- Panji Kebesaran Partai. Dimulai dari apel 7 ribu pasukan Satgas Cakra Buana dan penampilan Marching Band.
Kemudian diikuti prosesi parade paskibraka dengan membawa bendera Merah Putih dan bendera PDIP. Selanjutnya, ribuan kader serempak menyanyikan hymne dan mars PDI Perjuangan dengan penuh lantang.
Seusai menyanyikan hymne dan mars PDIP dengan penuh semangat dan gemuruh ribuan kader, tidak berapa lama suasana pun hening. Semua kader berdisplin mengikuti prosesi acara kepartaian dengan khidmat.
Berikut Teks Dedication Of Life :
“Saya adalah manusia biasa. Saya des tidak sempurna. Sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.
Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa.
Itulah dedication of life-ku
Djiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafah hidupku, dan menghikmati serta mendjadi bekal-hidup dalam seluruh gerak hidupku.
Tanpa djiwa pengabdian ini saja bukan apa-apa. Akan tetapi dengan djiwa pengabdian ini, saja merasakan hidupku bahagia,- dan manfaat.”
Soekarno, 10 September 1966