SUMENEP, koranmadura.com – Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan selama periode 2021 hingga 2023.
Adanya peningkatan yang cukup signifikan ini disebut menggambarkan suksesnya upaya pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di ketahui, pada tahun 2021, hanya satu desa yang berstatus mandiri di Kabupaten Sumenep. Jumlah tersebut meningkat di tahun 2022 menjadi 7 desa berstatus mandiri.
Kemudian pada tahun 2023 ini, hasil pengukuran IDM menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jumlah desa mandiri di kabupaten paling timur Pulau Madura melonjak menjadi 39 desa.
Sisanya, sebanyak 147 desa berstatus maju dan 144 desa berkembang. Dengan begitu, tidak ada desa yang tergolong tertinggal atau sangat tertinggal di Sumenep.
“IDM Sumenep dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan cukup signifikan, yang awalnya cuma ada 1 desa mandiri (Desa Lobuk di tahun 2021) dan kemudian bertambah 7 desa dan tahun ini ada 39 desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni, Senin, 26 Juni 2023.
Anwar Syahroni mengungkapkan keberhasilan ini sebagai bukti nyata dari upaya pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam upaya terus meningkatkan Indeks Desa Membangun, pria yang akrab disapa Anwar ini berharap agar setiap desa dapat menyusun program pembangunan yang mendorong peningkatan IDM.
“Untuk desa yang belum jadi desa mandiri tahun ini, kami akan terus dorong dan memberikan pendampingan,” katanya.
Selain itu, dia mendorong sinergi dan kolaborasi antara kepala desa, jajaran pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya mendukung visi dan misi pemerintah daerah untuk menciptakan desa yang unggul, mandiri, dan sejahtera.
Dengan terus meningkatnya status Indeks Desa Membangun, diharapkan pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat di Sumenep semakin membaik. (FATHOL ALIF/DIK)