JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy menilai, sistem pemilu proporsional terbuka akan membuat demokrasi Indonesia semakin liberal karena berbasis modal.
Akibatnya yang akan duduk di parlemen adalah mereka yang memiliki modal alias para penguasaha. Sementara orang-orang berkompeten dan ahli tetapi kere, tidak bisa duduk sebagai wakil rakyat.
Sebaliknya, bila sistem yang dipakai adalah proporsional tertutup maka mereka yang duduk di parlemen adalah orang-orang berkompeten dalam bidangnya masing-masing karena betul-betul diseleksi partai. Dengan kata lain, demokrasinya berbasis nilai dan kompetensi.
Meski demikian mantan Ketua Umum PPP itu mengaku siap menjalankan apa pun yang diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sistem pemilu yang akan diterapkan pada Pemilu 2024.
“Jika tetap terbuka, maka demokrasi kita akan semakin kapital based dan para anggota parlemen akan lebih banyak berlatar pengusaha. Tapi jika tertutup, demokrasi kita akan lebih berbasis nilai dan gagasan,” kata Rommy di Jakarta, Kamis 15 Juni 2023.
Rommy yang sempat tersangkut kasus hukum itu melanjutkan, “Harapan PPP, MK memutuskan yang terbaik untuk demokrasi Indonesia ke depan. Di tangan MK lah arah masa depan demokrasi.”
MK membacakan putusan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Semua partai politik menanti putusan MK ini. Beberapa partai seperti PDI Perjuangan turun mendukung sistem proporsional tertutup.
Sementara sejumlah partai lain lebih mendukung sistem proporsional terbuka. Bahkan, politisi-politisi sejumlah partai mengaku akan mundur dari pencalonan bila MK memutuskan sistem proporsional tertutup. (Sander)