BANGKALAN, koranmadura.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Desa Kelbung, Kecamatan Sepuluh, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pertanyakan kinerja petugas Kopolisian Resor (Polres) setempat.
Sebab, aduan terkait dugaan kasus pengrusakan fasilitas umum (Fasum) di Desa Kelbung tak ada perkembangan. Bahkan disinyalir aduan yang dilayangkan pada 29 Mei 2023 dibocorkan ke pihak lain.
Salah seorang pemuda Kelbung, Khoirul Umam mengatakan, Fasum yang dirusak yaitu pipa aliran air yang disambung ke rumah warga. Kejadian tersebut dilakukan secara berulang kali oleh oknun tak bertanggung jawab.
“Sudah tiga minggu aduan kami, tapi belum ada titik terang dari pihak yang berwajib,” kata dia, Selasa, 13 Juni 2023.
Menurut dia, ketika ada aduan dari warga seharusnya polisi sigap menindaklanjuti, sebab hal itu menyangkut keamanan rakyat. Bahkan Umam, sapaan akrab dia curiga polisi tak netral dalam menangani kasus tersebut.
“Ada indikasi Polres membocorkan aduan, dampaknya membuat kondisi di Kelbung memanas dan tidak kondusif,” kata dia.
Sementara Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, aduan dugaan pengrusakan Fasum masih dalam proses. Pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk mengungkap kasus yang terjadi di Kelbung.
“Mari kita saling memberikan informasi dan kolaborasi demi kondusifitas Bangkalan,” katanya.
Diketahui, pemuda aliansi mahasiswa dan pemuda (AMP) Kelbung beraudiensi ke Polres Bangkalan, pada 12 Juni 2023. Mereka menayakan tindaklanjut aduan pengursakan Fasum di Kelbung. (MAHMUD/ROS)