BANGKALAN, koranmadura.com – Hidup di perantauan jauh dari orang tua ternyata membuat seseorang berpikir kreatif untuk menyambung hidup. Hal ini terjadi kepada salah satu mahasiswa yang sedang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bangkalan, Jawa Timur.
Mahasiswa itu adalah Imam Azhari asal Banyuwangi. Dia membuka usaha jasa ojek antar jemput mahasiswa. Dirinya mengaku terpaksa bekerja sampingan karena tersangdung ekonomi di kehidupan keluarganya.
“Saya memang dapat beasiswa. Cuma jika mengandalkan beasiswa belum cukup. Karena kebutuhan seperti makan, tugas serta buku kuliah. Jadi saya membuka usaha ojek khusus mahasiswa,” kata dia, Sabtu, 10 Juni 2023.
Pria yang sedang menempuh program studi pendidikan IPA, Fakultas Ilmu Pendidikan UTM itu mulai tergiur usaha jasa ojek berawal dari tawaran temannya untuk menjemput pelangganya ke pelabuhan Kamal.
“Saya diajak teman jemput seseorang di pelabuhan. Mahasiswa banyak dari luar Madura dan tidak bawa motor. Jadi suruh jemput ke Pelabuhan Kamal,” kata dia.
Setelah menjemput seseorang dan diantarkan ke kosannya, tiba-tiba temannya menyodorkan uang Rp10 ribu. Imam Azhari mengaku bingung kenapa dikasih uang. Lalu dia bertanya terkait uang yang diberikan itu.
“Saya sempat bertanya, lalu teman saya bilang kalau uang itu hasil ojek yang sudah menjemput custemer,” kata dia.
Mulai dari situlah, Kozar sapaan akrab Imam Azhari tergiur untuk ikut gabung sebagai ojek online untuk antar jemput mahasiswa. Lalu dia, bergabung dengan grup whatsapp Ojek Mahasiswa UTM untuk mendapatkan custemer.
“Dari group itulah saya bisa dapat order ojek online. Alhamdulillah pendapatannya cukup untuk biaya sehari-hari,” ujar dia.
Dia mengatakan, dalam group WhatsApp Ojek Mahasiswa UTM tak hanya antar jemput penumpang, selain itu juga menyediakan antar jemput makanan dan minuman. Pelanggan cukup cantumkan pesanan dan alamat.
“Nanti dalam group ada ojek yang merespon, lalu diantar sesuai tujuan,” katanya.
Dia mengaku pendapatnya tergantung kinerja di lapngan, jika waktunya kuliah dirinya tidak menerima orderan. Namun, jika waktu tertentu seperti hari Jumat dan Minggu, pendapatan bisa mencapai ratusan ribu dalam sehari.
“Kadang bisa dapat 100 – 150 ribu kalau Jumat atau Minggu. Soalnya kalau Jumat mahasiswa banyak pulang, jika Senin dan Minggu waktunya balik kampus,” katanya.
Dia mengatakan, walaupun memiliki usaha sampingan, namun dirinya tidak melupan tugas utama untuk berkuliah di kampus UTM. Terkadang, sambil menunggu orderan, dia juga mengerjakan tugas kuliah.
“Kuliah memang tujuan utama saya di sini [kampus UTM]. Usaha ini hanya kerja sampingan untuk meringankan beban orang tua,” katanya. (MAHMUD/ROS)