SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Segitiga Desa (GPS Desa) menggelar demonstrasi di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep pada Rabu, 7 Juli 2023.
Mereka menuntut perhatian dan tindakan Dinas PUTR Sumenep untuk segera memperbaiki kondisi jalan poros yang menghubungkan Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura dengan Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang.
Para demonstran mengeluhkan kondisi jalan poros yang vital tersebut karena telah terbengkalai dan sulit diakses selama 14 tahun lamanya.
Menurut orator aksi, Nur Hayat, jalan tersebut merupakan jalur utama bagi banyak pelajar yang menuju lembaga pendidikan, baik itu sekolah negeri maupun swasta di daerah tersebut.
Selain itu, sambung aktivis yang akrab disapa Cak Ayak ini, jalan poros tersebut juga merupakan akses penting bagi masyarakat menuju pusat perekonomian.
Dalam orasinya, Cak Ayak juga menyampaikan bahwa, sebelum menggelar aksi demonstrasi kali ini, para pemuda telah berupaya menyampaikan aspirasi mereka melalui forum audiensi dengan pihak eksekutif dan legislatif.
Namun, mereka merasa bahwa tuntutan mereka belum mendapatkan respons yang memadai, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan aksi protes sebagai langkah lanjutan.
Kondisi jalan yang semakin memburuk selama bertahun-tahun telah menyebabkan banyak kesulitan bagi warga setempat. Aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat terganggu akibat akses yang sulit.
Oleh karena itu, mereka berharap agar Dinas PUTR segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan poros di sana demi kepentingan masyarakat luas.
“Masalah infrastruktur adalah hal penting yang harus ditangani dengan serius demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, demonstrasi GPS Desa di depan Kantor Dinas PUTR Sumenep masih berlangsung. Pantauan di lokasi, belum ada pihak dari dinas terkait yang menemui mereka. (FATHOL ALIF/ROS)