BANGKALAN, koranmadura.com – Tiin (29), asal Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Madura, yang lompat bunuh diri di jembatan Suramadu dikenal dengan sosok pria yang pendiam dan jarang marah.
Hal tersebut diungkapkan KBO Satpolairud Polres Bangkalan, Iptu Joko Purwowidodo. Menurut dia, belum diketahui secara pasti korban bunuh diri. Namun, berdasar keterangan keluarga yang bersangkutan tak banyak bicara.
“Kata keluarganya, korban tidak banya bicara. Jika bicara hanya diambil seperlunya dan jarang marah,” kata dia, Sabtu, 24 Juni 2023.
Korban Tiin bunuh diri dengan melompat dari Suramadu itu disaksikan oleh istrinya, Maslihah (28). Sebelum kejadian, suami istri beranak dua itu pulang dari Surabaya ke Madura. Di perjalanan mereka masih berjada ria di atas motor.
“Tapi tiba-tiba, si suami berhenti di tengah Suaramadu dan berpesan agar menjaga anak-anak, lalu lompat ke laut,” kata dia.
Sang istri, kata Joko sapaan akrb dia, sempat tercengang atas aksi nekat suaminya. Lalu, Maslihah melapor ke polisi terdekat. Butuh waktu tiga hari menemukan korban di perairan selat Madura-Surabaya.
“Korban ditemukan di ICT Surabaya. Saat dilakukan autopsi tidak ada bekas luka, jadi murni bunuh diri,” katanya. (MAHMUD/ROS)