SUMENEP, koranmadura.com – Setelah dilanda kekecewaan akibat jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Segitiga Desa (GPS Desa) mengambil inisiatif dengan menggalang dana di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep.
Aksi ini merupakan sindiran tegas kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas PUTR, karena tak kunjung memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan Desa Gapura Tengah Kecamatan Gapura dengan Desa Tamidung Kecamatan Batang-Batang.
Koordinator aksi, Nur Hayat, mengungkapkan bahwa jalan poros yang menjadi perhatian pihaknya telah mengalami kerusakan selama 14 tahun tanpa mendapatkan perbaikan yang memadai.
Padahal, menurutnya, jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan sosial- keagamaan, pendidikan, dan ekonomi.
“Kami telah cukup menderita akibat jalan rusak ini. Oleh karena itu, kami mengambil langkah ini sebagai bentuk protes dan kepedulian kami terhadap nasib jalan yang terbengkalai selama bertahun-tahun,” tegas Nur Hayat.
Aksi penggalangan dana GPS Desa ini direncanakan akan berlangsung selama 24 jam. “Aksi penggalangan dana ini kami rencanakan sehari semalam,” tambahnya.
Mereka berharap dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk membeli material seperti semen dan pasir guna melakukan perbaikan jalan yang rusak parah di jalan poros yang mereka perjuangkan.
Mereka juga berharap aksi penggalangan dana ini dapat menjadi momentum untuk menggugah kesadaran pemerintah akan pentingnya perbaikan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.
GPS Desa berharap aksi penggalangan dana ini dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih baik dalam penanganan masalah jalan rusak di daerah mereka dan Kabupaten Sumenep secara umum.
“Semoga aksi ini memberikan dampak positif dan mendorong perubahan yang nyata demi kemajuan Sumenep,” ujar dia, penuh harapan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, A. A. Hidayat, di hadapan massa aksi, menyatakan bakal mengupayakan pengalokasian anggaran untuk perbaikan jalan poros tersebut dalam Perubahan Anggaran atau PAK.
Meskipun nilai anggaran untuk perbaikan jalan yang diperjuangkan para pemuda masih belum diketahui secara pasti, dia menegaskan bahwa akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang ada.
“Karena yang harus kami anggarkan, bukan untuk di Gapura Tengah saja. Seluruh kabupaten kebutuhan (anggaran) infrastruktur jalan kita itu besar,” paparnya.
Namun demikian, sambungnya, merespons aspirasi para demonstran, sebelum anggaran perbaikan jalan itu ada pihaknya akan menimbun bagian yang paling rusak di jalan tersebut.
Menurut Hidayat, Dinas PUTR telah mengirim alat berat untuk melakukan upaya penimbunan. “Kenapa alatnya agak terlambat, karena alat kami terbatas,” tambahnya. (FATHOL ALIF/SOE)