JAKARTA, Koranmadura.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa tantangan bagi kementerian keuangan (Kemenkeu) dalam mengelola keuangan negara ke depannya tidak akan mudah.
Menkeu mengemukakan hal itu saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, di Jakarta, Jumat (16/6/2023). Pelantikan itu diantaranya berupa promosi pejabat unit eselon 1 dan eselon 2, mutasi dan promosi pejabat eselon 3 dan 4 antar unit eselon satu, beserta administrator dan pengawas.
“Saya jamin tantangan kementerian keuangan dan keuangan negara tidak akan makin mudah, tidak akan makin sederhana. Ini yang harus dijawab oleh institusi kementerian keuangan,” tutur Sri Mulyani, seperti dilansir kemenkeu.go.id.
Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan menyebut bahwa adanya promosi dan mutasi ini bertujuan untuk menjawab berbagai harapan dan tantangan terhadap kementerian keuangan sebagai instansi pengelola keuangan negara yang terpercaya, memiliki peranan yang sangat penting, strategis, serta andal.
Selanjutnya, Menkeu Sri Mulyani mengamanatkan kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk dapat meningkatkan kolaborasi, sinergi, saling menghormati, serta kerja sama antar unit eselon satu kementerian keuangan sebagai etos kerja yang dapat terus ditumbuhkan dan diperkuat.
“Kementerian Keuangan akan terus mendorong sinergi kolaborasi kementerian keuangan satu untuk menjadi kementerian keuangan terpercaya dengan melakukan tour of duty. Suatu panggilan tugas yang akan memperkaya pengalaman anda semuanya,” tutur Menkeu.
Untuk itu, Menkeu menitipkan tugas dan tanggungjawab kepada seluruh jajaran agar dapat dijalankan dengan semaksimal mungkin, serta mampu merespon terhadap berbagai perubahan.
“Itu adalah titipan kepercayaan terhadap tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sebaik baiknya, dengan etika dan integritas yang setinggi-tingginya dan tidak boleh dikompromikan,” ucap Menkeu meminta.
Menutup amanatnya, Menkeu menyampaikan harapannya kepada seluruh jajaran yang dilantik untuk mampu memberikan solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan keuangan negara, serta menjaga reputasi institusi dengan baik dan bijak.
“Saya titipkan kepada Anda semuanya karena isu keuangan negara selalu menjadi isu yang sangat sentral. Jaga pikiran, jaga hati anda, jaga ucapan dan jaga sikap anda dan keluarga anda. Jadilah pemimpin yang bijak, mampu membaca, mendengar, mencerna, mampu memberikan solusi dengan empati dan strategi yang tepat,” pungkasnya. (Kunjana)