SUMENEP, koranmadura.com – Selain kental dengan nuansa budaya dan cukup sakral, ada yang menarik pada acara kirab dan pengembalian pusaka Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun ini yaitu disaksikan wisatawan mancanegara.
Sejumlah wisatawan asal Belanda itu tampak terpesona oleh kentalnya nuansa budaya dan kesakralan acara kirab. Sesekali, mereka mengabadikan momen kali ini sebagai kenang-kenangan.
Acara kirab dan pengembalian pusaka keraton Sumenep merupakan salah satu upaya terus melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur. Termasuk pusaka keraton Sumenep.
“Acara yang kita laksanakan setiap tahun ini merupakan bagian dari upaya kita dalam melestarikan warisan budaya leluhur,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Edi Rasiyadi.
Tak hanya itu, Bupati Fauzi juga menekankan pentingnya mengenalkan sejarah dan peninggalan leluhur kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif.
“Komitmen Pemkab Sumenep terhadap pelestarian warisan dan budaya leluhur telah ditunjukkan dengan penetapan Sumenep sebagai Kota Keris beberapa tahun lalu,” tambahnya.
Seperti diketahui, dalam acara kirab dan pengembalian pusaka keraton Sumenep ini, puluhan warga Desa Aeng Tong Tong turut berpartisipasi. Para pria dan wanita dari desa tersebut membawa berbagai hasil bumi seperti buah kelapa, pisang, tomat, kacang-kacangan, dan lainnya.
Nuansa budaya semakin terasa dengan hadirnya musik saronen, salah satu musik tradisional yang khas di kabupaten paling timur Pulau Madura. (FATHOL ALIF/DIK)