PAMEKASAN, koranmadura.com – Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sedang melakukan penyelidikan soal air sungai yang berubah warna merah pekat dari hulu, yakni Klampar hingga ke hilir sungai perkotaan, pada Senin, 10 Juli 2023.
Diduga air sungai yang berwarna tersebut, akibat bubuk pewarna kain batik yang dibuang ke sungai. Hal itu setelah penyidik Satreskrim Polres Pamekasan menemukan sebuah ember di area dam Klampar tersebut, didalamnya berisi bungkusan plastik yang terdapat sisa bubuk merah.
Kemudian, penyidik Satreskrim Polres Pamekasan juga mendapati di sekitar tepi sungai Dam Klampar terdapat bubuk merah berceceran di sejumlah batu-batu sungai. Setelah sisa bubuk merah yang ditemukan dan dianalisa oleh penyidik Satreskrim Polres Pamekasan menyimpulkan bubuk tersebut merupakan pewarna kain pembatik.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Iptu Sri Sugiarto mengatakan Sat Reskrim Polres Pamekasan telah meminta keterangan dari seorang saksi ahli.
“dan hari ini menggali keterangan dari saksi ahli lainnya,” kata Iptu Sri Sugiarto, Senin, 17 Juli 2023.
Setelah menggali keterangan atau meminta keterangan dari seorang ahli, kata mantan Kapolsek Palengaan tersebut, pihaknya baru akan melakukan gelar perkara lagi.
“Sedangkan hasil lab dari Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK) belum keluar, Sat Reskrim juga sudah melayangkan surat permintaan hasil Lab pada hari kamis kemaren. Demikian update hari ini,” katanya. (SUDUR/ROS)