SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyiapkan anggaran sebesar Rp98 juta dari biaya tak terduga (BTT) untuk kebutuhan distribusi atau droping air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk pendistribusian 334 tangki air bersih. Setiap tangki memiliki berisi 5.000 liter air bersih.
“APBD Sumenep 2023 mengalokasikan dana sekitar Rp98 juta atau setara dengan pendistribusian 334 tangki air ke titik distribusi. Masing-masing tangki berisi 5.000 liter air bersih,” kata pria yang akrab disapa Wahyu.
Penyiapan anggaran untuk distribusi air bersih ini merupakan langkah antisipasi dari BPBD. Sehingga ketika ada desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, BPBD Sumenep siap untuk langsung mendistribusikan ke lokasi yang membutuhkan.
Menurut dia, BPBD Sumenep telah menerima surat permohonan dari beberapa kepala desa yang wilayahnya mengalami kekeringan dan butuh bantuan air bersih.
“Kami sudah menerima surat permohonan dari sejumlah kepala desa yang wilayahnya mengalami kekeringan. Mereka minta agar bisa segera dikirim air bersih,” ungkap dia.
Menindaklanjuti adanya permohonan itu, BPBD Sumenep akan mulai mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan, pada pekan ini. Distribusi air bersih akan dilakukan menggunakan armada truk tangki milik BPBD, PDAM, dan Cipta Karya.
“Satu tangki berisi 5.000 liter yang akan kami suplai untuk 100 orang. Jadi tiap desa tidak sama jumlah air bersih yang dikirim, tergantung jumlah penduduk di wilayah tersebut,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)