SAMPANG, koranmadura.com – Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) marak terjadi di wilayah Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Keresahan masyarakat Tambelangan kini semakin dirasakan. Sebab, semenjak 10 bulan terakhir, setidaknya ada 8 kasus curanmor yang hingga saat ini belum ada pengungkapan oleh aparat kepolisian setempat.
Baru-baru ini, kehilangan sepeda motor kembali terjadi di dekat area salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) dengan modus penipuan dan penggelapan. Kemudian terduga pelaku kriminal pencurian kendaraan bermotor tersebut wajahnya terekam kamera pengintai CCTV.
Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Sujianto saat dikonfirmasi menceritakan peristiwa hilangnya sepeda motor Honda Beat Nomor Polisi (Nopol) L 3398 VN terjadi pada Rabu, 19 Juli 2023 kemarin, sekitar pukul 20.00 wib.
Kala itu, lanjut dia menceritakan korban Ahmad Sayuti (16), asal Dusun Sumber Sonok, Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, sedang mengantarkan adiknya kembali ke Ponpes Lan Bulan, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, sekitar pukul 18.00 WIB.
“Setelah tiba di area pondok sekitar pukul 20.00 wib, korban sedang membeli air di toko yang berada di sekitar Pondok yang jaraknya kurang lebih 10 meter dan kemudian memarkir sepedanya di area parkir pondok. Namun ketika hendak memarkir sepedanya, korban tiba-tiba dihampiri oleh seorang lelaki yang tidak dikenalnya dan meminjam sepeda motornya dengan alasan ingin menjenguk orang tuanya yang sedang sakit masuk angin,” ujarnya, Jumat, 21 Juli 2023.
Karena korban tidak mengenal lelaki itu, lanjut Ipda Sujianto menceritakan, korban kemudian menawarkan untuk mengantarkannya. Akan tetapi pelaku tetap ngotot ingin pergi seorang diri sambil menepuk bahu korban.
“Setelah korban ditepuk bahunya, korban pun langsung memberikan kunci kontak sepeda motornya kepada pelaku. Dan pelaku langsung pergi ke arah utara. Sedangkan korban tampak kebingungan dan menunggu lelaki yang tidak dikenalnya itu namun tidak kunjung datang kembali,” katanya.
Lebih lanjut Ipda Sujianto menceritakan, kemudian setelah korban sadar, Kasi Humas ini menyatakan bahwa korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambelangan.
“Kasus itu sekarang masih dalam penyelidikan. Kami sudah amankan barak bukti satu lembar STNK sepeda motor tersebut dan juga rekaman CCTV,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)