PAMEKASAN, koranmadura.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur, Basri Yulianto menepis isu pemberitaan pemberian mahar.
Diketahui sebelumnya, Akhmad Basri Yulianto dalam pemberitaan beberapa hari lalu, pihaknya diduga membayar mahar jabatan Rp600 juta untuk duduk di kursi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan. Bahkan, Basri pernah curhat soal mahar kepada Ketua DPRD Pamekasan.
Merespons hal itu, mantan Kepala Dinas Perhubungan tersebut, mengaku tidak melakukan komunikasi dengan ketua dewan dan bupati untuk membayar mahar dan meminta-minta jabatan.
“Terus muncul angka Rp600 juta itu dari mana? Pernyataan beliau sudah sangat tegas, beliau Ketua DPRD tidak pernah komunikasi dengan saya. Saya pun juga seperti itu, saya tidak pernah datang ke beliau berkaitan dengan seleksi atau minta jabatan atau dan lain- lainnya. Demi Allah, saya tidak melakukan itu. Moro-moro muncul Rp600 juta, itu tidak benar atau hoaks itu,” kat Basri Yulianto, Selasa, 4 Juli 2023.
Ditanya apakah ada upaya untuk melaporkan mengenai pemberitaan beberapa hari lalu tersebut, pihaknya tidak akan melakukan tersebut. Alasannya untuk menjaga marwah bupati dan juga Ketua DPRD, sebab hal itu sudah ada jawaban dan ketegasan dari keduanya.
“Nggaklah. Bagi saya pribadi itu menjaga marwah apalagi sekelas pak ketua dewan ya, Pak Halili. Kemudian juga sudah ada pernyataan pak bupati yang itu. Jadi, saya sangat menghormati dan menghargai beliau berdua,” tuturnya. (SUDUR/DIK)