SAMPANG, koranmadura.com – Kepala Puskesmas Robatal, dr Beny Irawan, korban bogem oleh oknum peserta audiensi yang mengalami kericuhan di kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami mual hingga muntah.
Kondisi itu diungkapkan langsung oleh dr Beny Irawan selaku Kepala Puskesmas Robatal. Dirinya mengaku mengalami pusing hingga mual usai peristiwa terjadinya pemukulan yang menimpa dirinya. Dirinya juga mengaku mendapatkan pukulan bogem sebanyak satu kali di kepala bagian belakang.
“Saat kejadian, satu kali yang kena pukulan di kepala bagian belakang. Setelah itu, rasanya mual dan muntah,” kata dr Beny Irawan, Kamis, 13 Juli 2023.
Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap dokter itu mendapat respons dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sampang.
Ketua IDI Sampang dr Zacky dengan tegas menyatakan akan membantu melakukan pengawalan manakala salah satu anggotanya menempuh jalur hukum.
“Saya masih di Madinah, mas. Tapi yang pasti, kami dari IDI akan membantu dan melakukan pendampingan kepada anggota kami bila nantinya harus melalui jalur hukum. Karena apa pun alasannya, tindakan pemukulan tetap tidak dibenarkan,” terangnya. (MUHLIS/DIK)